takut terjadi kasus pemerkosaan dan pelecehan orang afrika melakukan ritual penghancuran payudara dengan cara di strika dengan batu panas

beberapa wanita yang tinggal dengan gara yang moderen dan berkembang , pastinya akan berlomba lomba mencari cara  agar dapat membersarkan payudara mereka .  namun tidak hal nya yang di lakukan oleh para wanita yang tinggal di Nigeria dan Afrika Selatan, mereka .

dai mana terdapat sebuah adat yang mengharuskan mereka untuk dapat meratakan paayudara mereka dengan cara yang menggerikan yaitu menggunakan batu panas atau palu , hal ini sengaja di lakukan mereka agar dapat melindungi diri dari kasus pemerkosaan.ironisnya ritual ini di lakukan oleh ibu dari para anak gadis tersebiy , dengan alasan dapat melindungi anaknya dari perkosaan dan pelecehan seksual yang memengaruhi 3,8 juta wanita di seluruh dunia.


ritual ini akan di lakukan olej anak yang sudah berusia 11 sampai dengan 15 tahun dimana payudara mereka tahun akan dihancurkan dengan cara apapun. Ibu mereka bahkan berani menjamin, cara ini bisa membuat puterinya memiliki semangat untuk sekolah ketimbang menikah.

“Bagaimanapun, kata-kata budaya, tradisi atau kepercayaan tertentu seperti ini tidak masuk akal. Tubuh perempuan dianggap tidak aman, bahkan di negara mereka sendiri,” ucap Leyla, seperti diberitakan Dailymail, Selasa (13/10/2015).

 


Belum lagi, kata dia, bagi keluarga kaya di Kamerun, meratakan payudara dilakukan dengan menekan organ sensitif ini dengan karet elastis sekecang-kencangnya. Anak perempuan yang melakukannya tidak ada yang protes. Mereka percaya, apa yang ibunya lakukan adalah untuk kebaikannya. Dan tidak ada anak yang berani mengatakan ritual ini pada siapapun, bahkan ayahnya sekalipun.

Di sisi lain, sebuah yayasan perempuan di Inggris mengungkap bagaimana setrika payudara bisa merusak jaringan payudara dan berisiko tinggi tumor, kanker, abses, gatal, sulit ASI, infeksi, tidak simetris payudara hingga hilangnya satu atau kedua payudara.

Save

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.