Raja Assist Timnas Jerman Mengakui Betapa Kejamnya Politik

Mesut Ozil Gantung Sepatu Begitu Kejamnya Politik Jerman
Mesut Ozil Gantung Sepatu Begitu Kejamnya Politik Jerman

Mesut Ozil Gantung Sepatu Begitu Kejamnya Politik Jerman

Mesut Ozil Gantung Sepatu Begitu Kejamnya Politik Jerman – Mesut Ozil menambah gelap awan yang sedang membayangi sepak bola Jerman. Setelah Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2018 pada babak penyisihan grup, Ozil memutuskan pensiun, sambil memberikan pukulan telak ke Federasi Sepak Bola Jerman atau DFB. Ozil pergi membawa luka yang teramat dalam dan menyakitkan. Pemain 29 tahun itu mengungkapkan praktik rasisme di sepak bola Jerman. Sebuah kondisi yang sangat gelap dan kelam dalam sejarah sepak bola Jerman. Semua berawal dari foto Ozil bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di London, Mei lalu. Ozil bersama pemain Jerman keturunan Turki lainnya, Ilkay Gundogan, diundang Erdogan dalam sebuah acara sosial. Sebagai orang keturunan Turki, Ozil tak ingin seperti kacang yang lupa kulitnya. Tak ada isu politik atau dukungan saya terhadap Erdogan yang akan maju pemilu presiden lagi. Ingat saya bukan politikus, saya pemain sepak bola,” tegas gelandang serang Arsenal itu.

Faktanya, foto bersama Erdogan menyisakan buntut yang sangat panjang dan menyiksa bagi Ozil. Ia menuding sejumlah politikus dan media Jerman bersekongkol menjatuhkan namanya. Menurut dia, media Jerman terlalu berlebihan memberitakan fotonya dengan Erdogan plus selalu mencari narasumber yang anti-imigran. Sebagai contoh, politikus bernama Bernd Holzhauer yang berkomentar pedas terhadap Ozil. “Pergi sana ke Anatolia. Anatolia adalah sebuah daerah di Turki yang jadi asal mayoritas imigran Jerman,” kata Ozil. Ozil makin kecewa lantaran Presiden DFB Reinhard Grindel yang seharusnya memberikan dukungan justru ikut merisaknya. Grindel sangat ingin menendang Ozil dari skuad Jerman sebelum Piala Dunia 2018. Maklum saja, Grindel adalah politikus yang menentang imigran.

Pengaruhi Kegagalan Timnas Jerman

Bukti paling nyata, pada 2004, ketika Grindel masih duduk sebagai anggota parlemen Jerman, ia pernah berkata bahwa kehidupan multikultur hanyalah kebohongan besar dan mustahil. “Saya sangat kecewa dengan Grindel,” tegas Ozil. Belum lagi rakyat biasa yang menghujat Ozil lewat media sosial. Ozil masih ingat betul ketika di Rusia 2018, tepatnya seusai laga melawan Swedia, sejumlah fan yang berbicara kasar dan menyebut dia sebagai babi Turki. Ya, lagi-lagi Ozil menjadi sasaran amarah fan Jerman atas kegagalan Die Mannschaft di Piala Dunia 2018. Terlebih memang Ozil bermain buruk di dua laga yang berujung kekalahan Jerman, yakni saat melawan Meksiko dan Korea Selatan. “Sangat jelas, saya dianggap orang Jerman, jika tim nasional menang. Tapi saya dianggap imigran jika kalah,” kata mantan pemain Real Madrid itu.

Sungguh disayangkan, curahan hati Ozil melawan rasisme masih ditanggapi sinis oleh sejumlah hater. Salah satunya petinggi Bayern Muenchen, Uli Hoeness, yang menyebut justru Oezil sudah sejak lama pensiun dari tim nasional. Menurut Hoeness, kualitas Ozil sudah menurun drastis sejak membantu Jerman merebut Piala Dunia 2014. “Curahan hati Oezil hanya kegemparan yang sengaja ia bikin. Dia dan penampilan buruknya di Rusia bersembunyi di balik foto itu,” kata Hoeness. Politikus senior Demokrat Kristen, Thomas Bareiss, ikut-ikutan menuding bahwa pernyataan Oezil justru merendahkan DFB dan Jerman. Menurut dia, tuduhan Ozil salah sasaran. Demikian Mesut Ozil Gantung Sepatu Begitu Kejamnya Politik Jerman. Kunjungi Agen Taruhan Terbaik AG303.

Baca Juga :

Kisah Cedera Neymar di Piala Dunia yang Membuatnya Trauma Bermain Sepak Bola

Transfer Setan Merah Terkendala Rumor Tak Sedap

Terkait Masalah Visa, Alexis Sanchez Segera Susul Manchester United ke Amerika Serikat

 

1 Trackback / Pingback

  1. Fabiano Beltrame Nostalgia di Markas Persela Lamongan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*